14 August 2013

Beriman Akan Adanya Kehidupan Akhirat

Sebagai seorang muslim tentunya kita harus mengimani akan adanya kehidupan akhirat setelah kita mati, karena mati adalah kepastian dan bukanlah akhir kehidupan tapi justru awal dari kehidupan yang baru, yaitu kehidupan akhirat yang merupakan pertanggungjawaban dan hasil dari kehidupan manusia di dunia.
Jika ada orang yang tidak mau beriman akan adanya kehidupan akhirat, maka pengaruh buruk akan mewarnai kehidupannya, misalnya ia tidak mau mengikuti ketentuan-ketentuan yang benar dari Allah dan lebih cenderung akan menghalalkan segala cara dalam mencapai segala keinginanya. Pandangan matanya hanya tertuju pada hal-hal yang bersifat dunia sehingga baik dan buruk pun dilihat dari apakah menguntungkan atau tidak secara duniawi.

Banyak hikmah yang didapat oleh orang yang beriman akan adanya kehidupan akhirat, diantaranya adalah ia akan bertingkah laku baik, meningkatnya ketaqwaan kepada Allah, tidak mau meniru pola hidup orang-orang kafir yang bebas tanpa nilai untuk mendapatkan kebahagiaan semu.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 196-197, 'Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negri, itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka adalah jahannam, dan jahannam itu tempat yang seburuk-buruknya'.

Itulah peringatan dari Allah, agar orang muslim tidak tertipu dengan kemudahan dan kebahagiaan semu yang di dapat orang-orang kafir yang dilakukan dengan segala cara yang menyimpang dari aturan Allah, sehingga melupakan kebahagiaan kekal di akhirat kelak.

22 January 2013

Umum Satu

- Lebih baik ikut gila bersama dunia daripada menjadi bijaksana
sendirian (Baltassar Gracian).

- Bukan polusi yang merusak lingkungan melainkan air dan udara yang
tidak bersih, (Dan Quayle).

- Orang yang paling banyak bicara mengenal kemajuan hanya mengukur
dari jumlahnya, bukan kualitasnya, (George Santayana).

- Jika orang kaya bangga atas kekayaanya, ia tidak harus dipuji sampai
ia tahu bagaimana cara menggunakannya, (Socrates).

- Dalam sebuah negara yang sedang-sedang saja, orang jenius merupakan
bahaya, (Robert G. Ingersol).

- Sejak dilarang tahu secara menyeluruh mengenai segala hal, kita
harus tahu sedikit mengenai sesuatu, (Blaise Pascal).

- Jika surat kabar memuat kriminal yang berbau seksual, dikatakan
cabul, tetapi jika The New York Times yang memuatnya, dikatakan studi
sosiologi, (Adolf S. Ochs).

24 December 2012

Syukur Dan Nikmat

Firman Allah: ''Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhan kalian memaklumkan:
"Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat)
kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya adzab-Ku sangatlah pedih." (QS: Ibrahim :7).

"Syukur itu pengikat kenikmatan dan sebab bertambahnya nikmat,
sebagaimana diucapkan oleh Umar bin Abdul Aziz: "Ikatlah nikmat-nikmat
Allah dengan syukur kepada-Nya."

Ibnu Abid Dunya telah menyebutkan dari Ali bin Abi Thalib bahwasanya
dia berkata kepada seorang lakì-laki dari daerah Hamdzaan:
''Sesungguhnya nikmat itu disambung dengan syukur sedangkan syukur itu
sendiri berkaitan dengan bertambahnya nikmat, dan keduanya
bergandengan pada suatu masa, maka tidak akan terputus tambahan nikmat
dari Allah sampai terputusnya rasa syukur dari seorang hamba.''