19 February 2014

Hadits Tentang Utang

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak lepas dari utang piutang, tentu saja orang yang berhutang wajib membayar sesuai dengan kesepakatan. Begitupula orang yang meminjamkan harus menagih dengan cara yang baik tentunya jika si peminjam lupa, karena secara psikologis orang yang berhutang cenderung lupa dari orang yang menghutangkan. Jika yang berhutang belum mampu membayar sebaiknya terbuka dan jujur untuk mengemukakan alasan belum mampunya ia membayar, agar bisa dikaji dan dimusyawarahkan ulang jika alasannya memang masuk akal.

Berikut ini adalah beberapa hadits tentang utang yang bisa dijadikan landasan agar proses utang piutang bisa berjalan lancar :

"Barang siapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari 3 hal : sombong, ghulul (khianat) dan utang, maka
dia akan masuk surga (HR.Ibu Majah)


"Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham,
maka utang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (dihari kiamat nanti) karena
disana (di akherat) tidak ada lagi dinar dan dirham." (HR.Ibnu Majah)


"Siapa saja yang berutang lalu berniat untuk tidak mengembalikan/melunasinya maka dia akan bertemu dengan Allah (pada hari kiamat)
dalam status sebagai PENCURI."(HR.Ibnu Majah).

Perhatikan dan ikutilah hadist di atas agar kita semua selamat, karena utang yang tak dibayar resikonya berat, Rasulullahpun enggan mengsholatkan orang yang mati dalam keadaan masih berhutang.
Dalam perkara duniapun banyak dampak negatif dari tak terbayarnya utang, diantaranya yang paling sering adalah terputusnya persaudaraan dan persahabatan.

06 September 2013

Peradaban Islam Adalah Peradaban Pilihan

Peradaban barat identik dengan peradaban modern, demikianlah setidaknya pandangan orang-orang saat ini, ilmu dan teknologi telah berkembang sedemikian pesat sehingga manusia memperoleh sejumlah kemudahan dalam kehidupan ini. Jarak yang jauh dapat ditempuh dalam waktu singkat dengan adanya pesawat, serta alat-alat komunikasi dan informasi yang telah membuat dunia ini terasa seperti sebuah kampung kecil yang dengan mudahnya kita bisa berkomunikasi karena adanya telepon dan internet. Dan masih banyak lagi kemudahan-kemudahan dari efek teknologi yang mestinya membuat manusia menjadi bahagia.
Namun ternyata peradaban barat yang modern ini justru lebih sering menimbulkan ketidakpuasan dan penderitaan, akibatnya banyak orang yang lari ke alkohol, narkotika, perjudian, seks bebas, tawuran, peperangan dan berbagai bentuk tindakan kriminal lainnya, karena semua itu tidak juga membuat mereka bahagia, yang mereka rasakan adalah kebosanan dalam hidup, maka tak heran dari mereka yang banyak melakukan bunuh diri.

Peradaban Islam adalah solusi terbaik dalam hidup ini, karena peradaban Islam merupakan satu-satunya peradaban yang sesuai dengan fitrah manusia yang dibuat oleh Allah. Contohnya Manusia tidak dilarang untuk melampiaskan keinginan seksualnya selama hal itu tidak melanggar aturan yaitu dengan jalan pernikahan. Allah tidak melarang keinginan manusia selama keinginan itu adalah keinginan yang benar dan tidak membuat lupa kepada Allah, serta dìlakukan pula dengan cara-cara yang benar. Allah SWT berfirman
''Dan carilah apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negerì akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi." (QS:28:77).

Peradaban Islam juga dapat memuaskan akal dan perasaan, karena ajaran Islam adalah ajaran yang rasional, bahkan di dalam Al-Qur'an banyak ayat yang mendorong agar kita berpikir dan menggunakan akal semaksimal mungkin. Demikian pula halnya dengan perasaan atau rohani manusia yang di dalam Al-Qur'an sangat ditekankan untuk dijaga kesehatannya.
Peradaban Islam juga dapat beradaptasi dengan ruang dan waktu, dalam arti ajaran Islam bukanlah ajaran yang hanya bersifat khayali, tapi merupakan ajaran yang harus diamalkan dan dapat dilakukan dalam situasi dan kondisi apapun juga serta dimanapun manusia itu berada. Dalam keadaan sibukpun seorang muslim tetap harus menjalankan ajaran Islam sehingga kesibukan dirìnya tidak membuat seseorang menjadi tegang hingga mengalami stres. Begitupun saat santai dan senang, manusia tetap harus menjalankan ajaran Islam sehingga kesenangan itu tidak membuat seseorang menjadi lupa diri. Peradaban seperti inilah yang membuat manusia tetap bahagia dan baik dalam berbagai situasi dan kondisi. Bila sudah demikian, maka manusia akan merasakan kedamaian, ketenangan, dan kebahagiaan jiwa di manapun dia berada.

14 August 2013

Beriman Akan Adanya Kehidupan Akhirat

Sebagai seorang muslim tentunya kita harus mengimani akan adanya kehidupan akhirat setelah kita mati, karena mati adalah kepastian dan bukanlah akhir kehidupan tapi justru awal dari kehidupan yang baru, yaitu kehidupan akhirat yang merupakan pertanggungjawaban dan hasil dari kehidupan manusia di dunia.
Jika ada orang yang tidak mau beriman akan adanya kehidupan akhirat, maka pengaruh buruk akan mewarnai kehidupannya, misalnya ia tidak mau mengikuti ketentuan-ketentuan yang benar dari Allah dan lebih cenderung akan menghalalkan segala cara dalam mencapai segala keinginanya. Pandangan matanya hanya tertuju pada hal-hal yang bersifat dunia sehingga baik dan buruk pun dilihat dari apakah menguntungkan atau tidak secara duniawi.

Banyak hikmah yang didapat oleh orang yang beriman akan adanya kehidupan akhirat, diantaranya adalah ia akan bertingkah laku baik, meningkatnya ketaqwaan kepada Allah, tidak mau meniru pola hidup orang-orang kafir yang bebas tanpa nilai untuk mendapatkan kebahagiaan semu.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 196-197, 'Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negri, itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka adalah jahannam, dan jahannam itu tempat yang seburuk-buruknya'.

Itulah peringatan dari Allah, agar orang muslim tidak tertipu dengan kemudahan dan kebahagiaan semu yang di dapat orang-orang kafir yang dilakukan dengan segala cara yang menyimpang dari aturan Allah, sehingga melupakan kebahagiaan kekal di akhirat kelak.